Pada awal tahun 2009, Jepang memiliki jumlah populasi sekitar 127,614 juta jiwa. Penduduk yang mendiami kawasan Jepang sangat homogen yang terdiri dari beragam etnis, bahasa, budaya. Untuk kewarganegaraan Jepang diberikan kepada bayi yang lahir dari ayah atau ibu yang memiliki kewarganegaraan Jepang, ayah yang berkewarganegaraan Jepang yang wafat sebeum bayi lahir, ataupun bayi yang lahir di Jepang dengan ayah/ ibu tidak diketahui/tidak berkewarganegaraan. Dan suku bangsa yang dominan meninggali Jepang ialah suku Yamato.

Yang paling mencengangkan ialah angka harapan hidup manusia Jepang yang lebih panjang yakni 81,25 tahun, dimana merupakan tingkat harapan hidup tertinggi di dunia. Namun demikian, tingkat populasi Jepang dengan cepat menua sebagai implikasi dari adanya ledakan kelahiran pascaperang yang kemudian diikuti dengan penurunan tingkat kelahiran. Dan tahukah Anda bahwa pada tahun 2006, sekitar 20% penduduk Jepang sudah berusia diatas 65 tahun. Sungguh fakta yang sangat mengkhawatirkan karena Jepang memiliki jumlah angkatan muda produktif yang memiliki kecenderungan menurun.

Dengan fakta diatas Jepang bukannya tanpa masalah, sebaliknya menghadapi masalah yang cukup pelik. Sejumlah masalah sosial terutama sekali yang berkaitan dengan penurunan angkatan kerja karena kekurangan kaum muda progresif-produktif, disamping juga adanya peningkatan biaya jaminan sosial semisal uang pensiunan. Selain itu, masalah lainnya yakni semakin meningkatnya generasi muda yang menolak menikah. Penduduk Jepang diperkirakan akan terus merosot menjadi sekitar 100 juta pada tahun 2050 mendatang dan semakin menurun menjadi 64 juta pada 2100.

Untuk keyakinan penduduk Jepang, diperkirakan mayoritasnya menganut agama Budha dan Shinto dengan jumlah sekitar 84-96%. Namun demikian, itu hanya perkiraan semata yang didasarkan pada kisaran jumlah orang yang kerap mendatangi kuil, dan bukan jumlah penduduk yang telah sungguh-sungguh menganut kedua agama tersebut. Selain kedua itu, Taoisme dan Konfusianisme yang diekspor dari China juga cukup memiliki pengaruh signifikan dalam keagamaan di Jepang. Soal bahasa, hampir 100% orang Jepang menggunakan bahasa Jepang sebagai bahasa ibu mereka.

Selamat Berkunjung!

 

Tags: , ,

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>